KAJIAN, "KERANGKA BERPIKIR"

KAJIAN KERANGKA BERPIKIR


Alhamdulillah kajian yang diagendakan sebelumnya selesai dilaksanakan. Seperti biasanya kegiatan kajian seperti ini dilaksanakan pada hari Selasa (malam Rabu) yang diharapkan akan berlanjut setiap minggunya. “Kerangka Berpikir” merupakan tema yang diangkat pada kajian kali ini yang kemudian diharapkan dengan awal kepengurusan ini dapat memberikan pondasi pemikiran kepada anggota KPM-KSM untuk kepengurusan yang lebih baik meskipun materi Kerangka Berpikir tidak asing lagi bagi teman-teman terutama yang telah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).


Kakanda Gugun Fardiansyah adalah pemateri atau sebagai fasilitator pada kajian kali ini yang merupakan teman satu kampus salah satu anggota KPM-KSM. Beliau meberikan materi dasar tentang Kerangka Berpikir dengan terstruktur sehingga mudah dipahami oleh teman-teman.

Tidak usah panjang lebar, bagi teman teman yang tidak sempat ikut pada kajian tersebu saya akan paparkan dibawah ini sebagai rangkuman. Adapun beberapa poin yang dibahas pada malam Rabu itu (22 Maret 2016) sebagai berikut
Ø  Defenisi adalah memberikan batasan terhadap sesuatu sehingga sesuaatu itu berbeda dengan sesuatu yang lain
Ø  Kerangka adalah sesuatu yang menyusun atau menopang yang lain
Ø  Berpikir adalah gerak akal dari pengetahuan yang lama kepengetahuan yang baru
Ø  Pengetahuan dibagi menjadi dua yaitu:
1.       Pengetahuan Khuduri yaitu pengetahuan yang sudah melekat pada diri seseorang. Seperti saat orang mencari makanana untuk dimakan ketika sedang lapar.
2.       Pengetahuan Khuzuri yaitu Pengetahuan yang terpisah dari dalam diri seseorang. Contohnya kita tau bahwa terjadinya pergantian siang dan malam tapi ketika kita mencari tau kenapa hal itu bisa terjadi itulah yang dinamakan pengetahuan Khuzuri.

Ø  Adapun peberapa poin pengantar dalam kerang berpikir yaitu:
1.       Defenisi kebenaran
Kebenaran dapat di defenisikan dalam beberapa kategori sbb:
a.       Korespondensi
Bahwa kebenaran adalah adanya kesesuaian antara ide dan realitas.
b.      Koherensi
Sesuatu bisa dikatakan kebenaran jika tidak bertentangan dari pernyataan satu dengan pernyataan yang lain.
c.       Formulatif
Kebenaran adalah apa yang dikatakn penguasa.
d.      Konseptif
Kebenaran tergantung dari apa yang disepakati
e.      Pragmatis
Sesuatu yang mempunyai nilai guna.
2.       Mashab-mashab berpikir
a.       Empiris yaitu kebenaran yang sesuai dengan indera
b.      Idealisme platonia merupakan pemahaman bahwa bebelum lahir kita pernah melakukan sesuatu dan mengalami pengulangan
c.       Skriptualis yaitu suatu kebenaran yang bersandarkan pada teks atau kitab
d.      Wahmi/Yakinisme yaitu kebenaran berdasarkan kata hati atau keyakinan
e.      Rasionalisme merupakan kebenaran yang dapat diterima oleh akal
3.       Asas Berpikir
a.       Kausalitas adalah hukum sebab akibat, ada sebab maka ada akibat
b.      Nonkontradiksi yaitu tidak ada yang bertentangan dalam ruang dan waktu yang sama
4.       Metode Berpikir
a.       Analogi yaitu proses berpikir parikolir ke partikolir (mengibaratkan)
b.      Induktif yaitu proses berpikir dari universal ke partikolir (Umum ke khusus)
c.       Deduktif yaitu peroses berpikir dari partikolir ke universal ( khususs ke umum)
5.       Fakultas berpikir
1.       Indera
2.       Khayal
3.       Wahami
4.       Akal

0 komentar:

Posting Komentar

Pesan atau komentar anda sangat membantu !